Home Tutorial Hunwick?Profix
Tulis Dari Hati, Baru Dapat Menyentuh Hati
Showing posts with label Ujian. Show all posts
Showing posts with label Ujian. Show all posts

Sunday, December 15, 2024

Langit


Rembulan terdiam diantara awan bercahaya, terseok-seok terhenti di siluet dedaunan.
Awan putih bergerumbul kelabu, titis-titis air jatuh bersama harapan.

Kita bagaikan sepasang pengantin yang duduk berdua menikmati syahdunya malam.

Mendekap erat jemariku yang hadir di antara jemarimu yang mungil, menari-nari di bawah hujan rintik tanpa takut kedinginan, kerana dirimu ialah muara peluk yang aku tuju.

Bersama hangatnya tubuh kita berdua yang menyatu di rebahanmu, di gelapmu, di setiap lekuk bumi yang tidak terlepas dari jamahanmu, tak sejengkal pun luput dari cumbumu, tak kurang jangkauan usapmu.

Untukmu yang membuatku berfikir, masih adakah di benakmu sedikit ruang kosong tempatmu sekadar menggelar ingatan kisah-kisah yang dulu pernah menjadi istimewa sebelum ada kata kecewa?

Apakah perasaanmu itu masih terlalu ke selatan. Hingga untuk mengutarakannya kau kesulitan? 
Atau mungkin terlalu ke timur, hingga tak mampu kau ibaratkan?

Subuh melabuh langit rendang menyusun awan dan mega. Hening menebar ketenangan jiwa, membias pada rasa yang menyetubuh di seluruh tubuh.

Titisan embun berjajar seperti kristal jernih, rapi memeluk tubuh daun-daun menambah keheningan di ruang imaginasi tempat anganku mengingatimu.

Aku tak ingin rasa ingin memiliki ini muncul kembali. Rasanya sudah cukup untuk kembali merasa kecewa dan sakit hati. Aku tak ingin lagi mati kerana sebuah harapan.




Tidak ada yang pernah benar-benar tahu, orang lain memandangku dengan begitu penuh dan sungguh pun tidak akan pernah tahu, bahawa dalam sudut kecil hatiku masih menyimpan secuit ingatan tentangmu, senyummu, tawamu, kerdipan matamu, semuanya tentang kamu.

Apabila orang lain pun mengerti, mungkin dia hanya akan menghakimi, bahawa memang nyatanya kau pun tak mampu aku miliki. Bahawa faktanya kau tak akan mampu aku genggam lagi.

Namun biarlah, biar kupendam semua ini sendirian sahaja. Meski kegelisahan dan kesenduan hatiku ini tidak terhingga, tak mengapa. Asal kau tetap abadi dalam semestaku selamanya.

Pagi itu, aku bercerita tentang banyak hal. Tentang kamu, tentang kita, dan tentang semua hal yang membuat aku harus bertemu lagi dengan luka. Pagi itu, entah dia mendengar percakapan itu atau tidak.

"Jika aku berbicara tentang luka yang aku punya, mungkin tidak seberapa. Tapi luka tetap luka, kan?"

Setelah mendengar, kamu cuma terdiam.
Aku hanya menunduk, "Aku baik-baik saja." lanjutku di antara keheningan.

Kadang, semakin bersuara dengan lantang, semakin tak terdengar pula di telinga.
Seperti hanyut disapu oleh sang bayu.
Yang tersisa hanya sayup-sayup suara tanpa tahu apa yang ingin disampaikan.



Dan dari setiap bekas luka yang tidak memudar, ku bawa kau bersamanya.
Walau sejauh manapun kamu pergi, birat dan parut ini adalah bukti luka-luka yang kau tinggalkan.
Meski memar dan relai hati ini tidak mampu terlihat oleh mata kasar.

Apakah dapat kau lihat dan meneka, dari tawanya yang semerekah itu, sedahsyat apakah sebuah kejadian yang telah memporak-perandakannya?

Nyatanya dihadapanmu aku sebisu batu, diam tak bisa lantang berbicara. Tentang rindu. Tentang sayang. Ada apa denganku? Begitu trauma lalu hilang kepercayaan atau engkau yang sialan?

Malam kembali terdiam, langit semakin kelam, gembintang meringkuk di peraduan.
Kunang-kunang beterbangan lalu hinggap di ranting-ranting kecil.
Kerlipnya menyerupai bintang jatuh menghampiri aku yang kelimpungan sendirian.

Aku menemukan diriku yang meranggas.
Bagaikan pepohonan yang merelakan dedaunannya gugur untuk menjemput musim dingin yang paling muram.

Rasanya memang sudah semestinya kita kembali menjadi asing, tapi ku harap kali ini, kita akan melakukanya dengan benar. Semoga selepas ini takdir tidak akan pernah mempertemukan kita selamanya.

Aku penat. Aku ingin kembali pada diriku yang dulu.
Sebelum hadirnya kamu.

Wednesday, September 27, 2023

Dewasa

Dengarkan sayang lagu ini untukmu
Selalu terlintas rasa rindu padamu
Menunggu awan bawa rasaku
Gelap malam menjawabmu
Bintang temani mimpi hatiku



Apakah dewasa memang seperti ini? Tentang sepi yang menjadi wajar? Atau hanya tentang diri sendiri yang bisa dipercaya?

Aku tidak menyangka bahawa dewasa bisa sesepi ini. Banyak cerita yang harus disimpan. Banyak keluh kesah yang harus tertahan. Banyak perasaan yang terasa lebih baik jika dipendam. 

Meski aku tahu bahawa Tuhan selalu menemani, tapi rasanya, aku tetap memmerlukan seseorang yang boleh diajak berbicara, mendengarkan isi fikiran dan bertukar pendapat.

Dulu, aku pernah meminta agar debar itu disegerakan sirna. Tapi Tuhan memperlakukan aku seolah tidak pernah mendengar pinta itu.

Ia membiarkan debar itu semakin penuh pada ruang yang tidak begitu luas. Mempersilakan aku untuk jatuh cinta sejatuh yang aku bisa. Membiarkan aku bergembira pada khabar dan haluan yang aku buat. Hilang kendali, dibuat senang oleh prasangkaku sendiri.

Sampai suatu ketika, Tuhan mendatangkan kejadian untuk menyampaikan suatu pesan yang paling menyakitkan. Menguris habis hati yang penuh dengan harapan. Membakar bayangan yang menjadi memori paling bodoh untuk disimpan. Ketika itu, jatuh cinta menjadi bahagian terpahit bagi manusia yang dibunuh oleh prasangkanya sendiri.

Sampai disini aku faham, bahawa Tuhan selalu mempunyai cara terbaik untuk menjawab pinta seorang hamba-Nya. Tuhan tidak hanya menghilangkan debar itu saja, tapi membuatnya tidak akan kembali lagi.  Menginginkan agar debar itu tidak lagi punya kesempatan untuk dikenang kembali dengan perasaan senang. 

Menunggu rengkuh yang penuh, dari waktu ke waktu, dari rindu menuju rindu.
Menanti dekap yang hangat, dari masa ke masa, dari cinta menuju selamanya.

Berapa kali mengupayakan suatu hubungan, berapa kali juga ia begitu susah untuk dipertahankan. 

Yang lama seringnya mudah untuk kalah, dan yang baru terlalu mudah untuk menang. Betapa luar biasanya kita membangun dan mempertahankan suatu hubungan dengan manusia, sedangkan hubungan dengan pencipta, sering kita lalaikannya.

Apakah persahabatan ketika dewasa memang seperti ini: mempertahankan, takut ditinggalkan, lalu berujung sepi dan ramai hanya dalam pikiran.

Apakah aku sedih? Tentu saja. Impian itu sering kusebut dalam pinta. Semoga saja, ketika telah pantas impian itu bisa kuraih lagi dengan diri yang telah lebih siap. 

Kadang aku berpikir, bagaimana perasaanmu jika mengetahui bahwa aku adalah salah satu orang yang melangitkan pinta untuk segala pada hidupmu?

Segala doa telah pun kulangitkan. Kalaupun ia belum terwujudkan, mungkin rasa sabar masih harus terus dipanjangkan.

Aku memaafkan semuanya walaupun tidak ku tahu kesalahan mana yang harus aku maafkan. 

Kalau memang bukan dan tidak ada takdir-Mu di dalamnya, semoga aku dimampukan untuk memulai langkah baru dengan hati yang lebih lapang. Sebab jika memang begitu, bererti aku sedang meniti jalan yang membawa aku kepada ketetapan-Mu. 

Aku sepenuhnya yakin, bahawa apa yang telah terlakar tak akan mungkin tertukar. Aku mohon supaya tuntun aku, bagaimanapun akhirnya.




Rasa-rasanya setelah aku telaah kembali, kebelakangan ini tulisanku banyak yang mengutarakan perihal perasaan, galau, hati dan pasangan.

Teringat sebuah pesan yang mengatakan bahawa seseorang hamba akan diuji dengan apa yang paling ia inginkan. Mungkin itulah yang kini menjadi ujian.

Ya. Aku akui.
Soal jodoh dan pernikahanlah yang menjadi perkara yang aku sungguhkan.

Di setiap pinta yang melangit, terselit di celah-celah pinta itu tentangnya. Tentang dia yang masih rahsia. Sampai akhirnya tuhan benar-benar mengujiku dengan segala kegalauan dan kegelisahan. Penantian yang akhirnya membuat topik perbicaraanku tak jauh dari hal itu.

Salahkah aku?

Entahlah. Mungkin fikiranku masih terlalu mentah menilai ibadah hanya semata sempurna dengan menikah. Sampai akhirnya hanya itu yang sering berpinar di kepala. Menggalaukan dia, mencari-cari keberadaannya.

Padahal, masih banyak hal lain yang saat ini sepatutnya aku seriuskan. Berbakti kepada orang tua salah satunya.

Tuhan, tolong tuntun aku. Tuntun aku menapai jalan amalan terbaik menujuMu saat ini.

Saat hambamu ini masih sendiri.

Wednesday, May 20, 2020

Sendiri


Ada masanya, aku terhenti di dua persimpangan.
Persimpangan yang mengelirukan. Tak tahu mahu pilih yang mana.
Kanan atau kiri. Tegak atau belok. Teruskan atau patah balik.

Dan ada masanya aku cuma melalui jalan tanpa persimpangan. 
Jalan yang memaksa aku untuk menelusuri onak duri yang melemaskan.
Jalan yang curam, tak beri peluang untuk aku patah balik.
Walau beribu sesalan yang menerpa di wajah.

Begitu juga dengan perkara yang berlaku dalam kehidupan.
Ada masanya, aku mampu berfikiran rasional.
Ada masanya, aku cuma mampu mengikut aturan.
Sedangkan ada perkara yang aku tahu itu salah.

Bila satu peristiwa hitam itu berlaku, sumpah aku bingung.
Aku tampar pipi sendiri. Aku basuh muka, dengan harapan aku akan tersedar dari mimpi.
Ya, ini memang betul mimpi. Mimpi ngeri.

Aku cuba untuk sedapkan hati. Berkali-kali aku cuba pujuk diri sendiri.
Ini bukan salah kau. Kau cuma tersalah langkah. Kau tak tahu apa-apa. Kau dipergunakan.
Dan berbagai lagi alasan yang aku cuba cipta hanya untuk sedapkan hati yang gundah gundala.

Serentak itu juga bertalu-talu hinaan yang mencengkam jiwa raga.
Kau tak guna. Tak payah hidup. Kau dah rosak. Tak ada apa yang kau boleh buat.
Tiap perkataan yang menghiris hati, sedikit demi sedikit.

Tapi itulah, tak semua benda kita boleh terima dengan hati terbuka.
Aku sendiri persoalkan kenapa aku kena lalui pengalaman pahit itu.

Aku cuma mampu salahkan diri aku sebab terlalu naif pada ketika itu.
Iyalah, apalah sangat yang budak tujuh tahun faham tentang dunia.
Perkara yang tak patut diamalkan pun dijadikan norma, sampai tak sedar perkara itu membutakan.

Tapi entah mengapa peristiwa yang sama berulang lagi.

Mungkin itu cerita dulu. Mungkin aku yang sekarang dah faham.
Tapi cerita dulu itu takkan pernah padam.
Tak kira berapa kali aku cuba tanam dalam-dalam.
Tak kira berapa kali aku campak jauh-jauh.
Tetap, peristiwa itu masih menerawang di awangan pemikiran.

Dan aku tak ada pilihan lain, selain hidup dengannya. 
Mungkin satu hari nanti aku boleh sembuh, boleh lupakan peristiwa tak diundang itu.
Atau mungkin aku tak boleh lupa, tapi jasad aku sudah terpisah dengan roh aku.
Siapa tahu?

Nak cari orang yang sudi dengar masalah kita, mungkin mudah.
Nak cari orang yang kita selesa untuk bercerita, mungkin sukar sedikit.
Tapi nak cari orang yang boleh percaya kita walaupun tahu kisah silam kita, sangat sukar.

Dan bagi aku, amat sukar untuk beri kepercayaan itu lagi kepada orang lain.
Cukuplah hanya dua tiga orang sahaja yang tahu.



Cukuplah aku dianiaya tatkala dikata

"Ah, kau boleh percayakan aku."
"Aku takkan judge kau. Aku cuma nak tolong."

Itu hanya omong kosong. 
Realitinya, ramai yang mula jauhkan diri dari aku. Ramai yang pandang hina.
Ramai yang cakap belakang, yang kutuk, berkata entah apa-apa.
Seolah-olah akulah yang paling awal ke neraka.

Kalau kurang bernasib baik, kisah kau akan dijaja merata-rata.
Untuk peringatan kononnya, walhal sedang membuka aib.

Hakikat yang perlu aku terima, tak semua orang ada untuk tolong kita.
Dan aku mula belajar untuk bergerak sendiri.
Biarlah aku simpan sendiri. Biarlah aku pulih sendiri.
Itu rasanya lebih meringankan sebal di dada.

Apalah guna berkongsi cerita andai terpaksa menghadap kesan sampingan yang buruk?

Tak salah rasanya untuk aku simpan semua sendirian. Tak perlu pun kau tahu.
Andai benar niat kau mahu membantu, biarlah aku yang memilih samada mahu berkongsi atau tidak.
Biarlah aku nilai sejauh mana niat kau yang mahu membantu.

Buat masa ini, aku lebih selesa bercerita dengan mereka yang senasib denganku.
Kerna mereka lebih memahami. Kerana kami berkongsi rasa yang sama.
Walau jalan cerita yang berbeza.

Entahlah. Belum terbuka lagi hati ini untuk berkongsi secara umum.



Perasaan ni, memang susah nak jangka. 
Kita rasa mereka benci pada kita, padahal mungkin tidak.
Kita rasa mereka sayang pada kita, padahal mungkin tidak.
Sakit kan?

Diri ini pun pernah melaluinya, bukan terpinggir, tetapi meminggirkan. 
Seorang meminggirkan yang ramai.

Ahahahaha, jarang berlaku tu. Tapi itu tetap jadi sejarah, once upon a time lah katakan.
Redah saja apa-apa dengan hati yang lapang. Mungkin kita rasa hadirnya mereka mengguriskan hati. 

Tetapi ingatlah, Allah hantar seseorang dalam hidup kita cuma dua sebab, Kita ubah mereka atau mereka ubah kita.

Pertemuan antara manusia tak pernah kebetulan, semuanya adalah takdir tuhan.





"may we both heal one day..."



Monday, January 14, 2019

Friends?




All these words in my head, I got so much to say.
But when I open my mouth, the words all fade away.
I don't know how to put things, can't say how I feel.

I knew some people could change.
You just said you never will.
Text me late at night, asking me to chill.
And although I always knew I'd sit there questioning the deal.

The way you made me feel,
Told me that you loved me,
That you'd never break my heart,
But damn I wish you could see,
How you tore my world apart.

You made the bad days good,
You always made me smile,
I knew you always would,
At least for a while.

But people start to change, and you gotta change too.
Realize you're worth more, and keep on pushing through.

I'm so scared to get hurt again... I'd rather be alone.
I'm so scared I might lose a friend... I'd rather have none.

After one by one go and leave me, it's a lies if I'm not sad.

Maybe, traumatized to know people. Because they always come and go.
People said it's a life, it's normal for people to come and go.
But the feeling isn't the same.

It's really hurt. To know you just for you to left me again.

I'm sorry for all the pain I caused you.
I take all the blame. I know I was stupid.

Now I lost you.
I feel like a part of me has been taken away from me.
It hurts so much when my mama ask me about you.



........................................

...................

......
.



Everyone of you is special in your own way.
There's nothing more than that to say.
Just be what you wanna be, something we've never seen.
Energise the world like it's caffeine.
Spread your happiness, spread your love.

Live every moment like its your last.
Live like its gonna be a blast.
Because life goes super duper fast.

I understand what you're going thru, beat me to the ground saying I'm not done with you.
Had some pretty darks you probally did too, maybe even worse?
But I still understand what you're going thru.

Just dream big, believe in yourself.
Don't rely too much on people to help.
Cause people know how you felt.
So hold yourself together like a belt.
Talk to someone, a friend or love.
They will help you the best they can.

Soon you will be running across the land.
Saying it's over, I'm free, now I can finally see.

Thank you for helping me, for what I am today.
I don't want to think about yesterday.


Yesterday is history, tomorrow is future.


........................................................

.....................................

.................

Adios :)

Thursday, September 21, 2017

Lari




"Hang ingat dak dulu, masa kecik-kecik?" soal Naqi pada Najmi yang sedang melayari perasaannya sendiri.

"Hmmm? Ingat apa?" jawab Najmi acuh tak acuh.

Dahinya sedikit berkerut, cuba menembusi otak Naqi untuk membaca pemikirannya.

"Hang suka panjat pokok."

"Hahahaha, memanglah. Aku hebat kot." balas Najmi. Hidungnya diangkat ke atas.

"Eh hang ni. Aku tau yang ajaq hang memanjat. Ni ha Naqiuddin bin Johari ni." Naqi tunding jarinya sendiri ke dadanya.

"Ehem. Anak murid awak tu dah kalahkan awak. Najmi lagi hebat dari Naqi sebenarnya."

"Fine. Amiklah sana. Hang ja menang. " Naqi mencebik. Najmi gelak panjang.

"Aku perasan satu benda bila hang panjat pokok."

"Padia?" Najmi alih tempat duduk. Menghadap Naqi.

"Hang tak pernah jatuh." balas Naqi ringkas. Najmi kerut dahi.

"Apa yang buat hang nak panjat tinggi-tinggi? Kalau jatuh tak ke naya?" soal Naqi lagi.

"Dah tu siap luka-luka lagi. Calar lah bagai." sambung Naqi lagi.








"Naqi, bukak selipar hang." suruh Najmi seraya membuka seliparnya.

"Apahal?" Naqi hairan.

"Kau nampak titi tu? Yang kat hujung tu?"

Najmi tunding jarinya ke arah titi kecil yang terletak kira-kira 100 meter dari tempat mereka berada.

"Nampak. Kenapa?" soal Naqi lagi.

"Sapa sampai sana dulu dia menang." Najmi terus pecut ke arah titi tersebut.

"Woi tak aci hang lari dulu." Naqi terus mengejar Najmi.

Langkah demi langkah diayunkan Naqi.
Nafasnya makin pendek.
Namun Najmi masih jauh di depan.




"Huhhhh huhhhh. Aduhhhh... Penatnyaaaa." Naqi tarik nafas dalam-dalam. Cuba membayar balik hutang oksigennya.

"Tahulah raja pecut dulu. Memanglah hang menang." Naqi tak puas hati.

"Takdelah. Aku yang hebat sebenarnya." balas Najmi.

"Asal hang suruh aku lari?"

"Cuba hang tengok kaki hang."

Naqi angkat sebelah kakinya.

"Ada luka. Aduh pedih pulak kaki aku. Tajamnya batu kerikil ni."

"Eh, tadi masa lari hang tak rasa sakit ke?" soal Najmi. Naqi terdiam. Kemudian Naqi geleng perlahan.

"Macam tulah hidup kita Naqi." sambung Najmi.

"Kalau hang fokus nak kejar kejayaan, nak kejar akhirat, hang takkan rasa sakit masa hang nak capai target hang.

Macam hang lari tadi. Fokus hang nak kejar aku kan?

Hang tak rasa pun batu-batu ni halang hang untuk terus kejar aku.

Yang hang tahu, hang nak juga kejar aku.

Tapi bila hang dah sampai, baru hang sedar sakit-sakit masa hang nak pergi sini.

Sama je macam hidup hang.

Kalau hang fokus nak kejar akhirat, hang tak rasa pun ujian yang datang ni jadi batu pemberat untuk hang.

Ujian yang datang tu hang boleh tepis gitu je.

Aku tak rasa gayat atau sakit bila panjat pokok sebab aku gembira duduk kat atas sana.

Aku boleh tengok bumi dari tempat yang tinggi.

Tapi takpelah. Yang penting aku lagi hebat dari hang. Hahahaha"

Najmi dan Naqi gelak

"Hang jarang give up buat benda yang hang suka."

"Salah tu. Aku give up juga. Tapi aku tak tunjuk. Aku buat benda lain, yang lagi besar dari benda yang aku gave up on tu."

"Kenapa aku tak pernah nampak hang depress eh? I means, hang tak pernah rasa sedih ke? Ke hang memang tak pernah ada masalah?"

"Bila masa pula aku tak pernah depress ni?" Najmi soal balik


"Tak bukan tak pernah sedih. Tapi hang tak tunjuk. Tapi aku masih boleh detect lah pasai senyum hang lain macam masa sedih.

"Aku tak tunjuk, sebab aku tak nak orang simpati pada aku. Aku nak usaha sendiri.

Orang boleh cakap apa mereka suka. Tapi mereka takkan faham.

Sebab mereka tak rasa.

Aku malas dah nak fikir sangat masalah aku.

Sebab bila aku fikir, sedih aku berganda.

So lebih baik aku biar je. Follow the flow gitu.

Sebab Allah kan dah atur hidup kita. "





.

.....

.....................



But i'm still keep on praying.
Pray for you.
Pray that you'll never give up on me.

And so me.
Pray for myself.
Pray that i'll never give up on you.

......

...

.

Tuesday, May 30, 2017

Masa



Umur aku dah bertambah.
Maknanya aku makin dekat dengan kematian.
Aku tak sedia nak hadapi mati.
Dengan dosa yang aku buat.
Dengan pahala yang aku kumpul.

Tapi bila tengok balik amalan aku.
Rasa memang tak layak dilahirkan keatas dunia ini.
Sebesar-besar malaikat tu pun tak ingkar perintah tuhan.
Aku yang kecik ni lah juga yang selalu langgar.

Allahu allahu...


Nak tahu dua nikmat yang sering disia-siakan manusia?
iaitu
Masa lapang dan masa sihat

Ada masa kadang aku rasa dah tak mampu bertahan.
Ada masa kadang aku rasa tak larat nak teruskan
Solat pun tak sempat ke surau, cukup dalam dorm
walhal masih terasa ada banyak ruang2 kosong

Aku rasa nak mengeluh.
Nak lepaskan semua dan sagala-galanya kepenatan dlm diri
Sebab terasa sesak dengan masa...

Dan Allah datangkan dugaan 
kesihatan serta kesabaran...
Tak terkecuali, ujian iman
Masa ni baru nak tahu, sekukuh mana hubungan dengan Allah



"Aku busy, tak sempat baca Al Quran hari ni. Aku ada kerja nak buat, tak boleh pergi solat kat surau. Homework berlambak, petang malam ada kelas tambahan. Bila nak buat?"

Hahahaha
Baca Quran tak sempat.
Baca teks pakwe makwe berjela sempat...
Surau tak sempat kau jejak, main bola, hoki petang2 tu sempat pula?

*Jatuh dalam gaung*

Di pukul ayat sendiri. Peh sakit.
Mohon sedar sikit, hidup kita bukan di alam maya, kita ada dunia yang perlukan kita.
Mohon NajmiHunwick sedar diri, nasihat orang panjang berjela kalau diri sendiri malas nak amal, lebih baik terjun gaung.

Apa benda setakat kata "Qudwah qabla dakwah", 
Means tunjukkan contoh dulu sebelum mula berdakwah.
Sekadar dakwah kencang, amalan kecundang buat apa bro?

Sekarang ni bukan tak cukup masa, masalahnya suka buang masa. 
Dahlah suka buang masa, kerja nak bagi alasan pulak.

"Malam basuh baju, gosok baju, lipat baju, tak sempat buat."

Prep kau buat apa?

Memang aku suka buat tembakan tepat masuk ke jiwa.
Kalau orang tak nak terima apa yang aku nak sampaikan, biar aku yang terima sendiri.
Aku pun selalu sentap dengan teguran sendiri...ahaha

Main punya pasal, study pun hancur kemana.
Lepastu merungut, "Tak cukup masa. Kenapa periksa awal sangat."
Errr, kawan.
Awak tu yang dulu sibuk dengan permainan awak.
Sampai study pun awak tolak tepi.

Masa tu barulah nak sedar. Masa nasi dah jadi bubur.
Tak guna....

******

Sebelum tamat tahun 2016
Maafkan segala kesilapan dan kekhilafan saya
Dari 'A' sampai 'Z'
Meliputi

A - Angkuh
B - Bohong
C - Cemburu
D - Dengki
E - Ejek
F - Fitnah
G - Gosip
H - Hutang
I - Ingkar
J - Jahat
K - Kejam
L - Lupa
M - Marah
N - Najmi Nakal
O - Olok2
P - Pelik
Q - Qecil hati ;)
R - Revenge
S - Swearing
T - Terasa hati
U - Urghhh
V - Vromm
W - Wey, nak cukupkan abjad je
X - X-ray hati masing2
Y - Yey dah nak habis
Z - Zero :P

*****

"Kita tak mampu jadi baik dalam sekelip mata"
"Tahu"
"Nak jadi baik pun berperingkat."
"Peringkat macam mana?"
"Peringkat yang macam ni.Sebelum jadi ustaz,ustazah,
Kita kena jadi pelajar dulu.
Sebelum jadi pendakwah,kita kena
terima tarbiyyah dulu.Sebelum kita nak terima tarbiyyah,
kena sediakan hati, buang karat jahiliyah dulu.
One by one. Step by step."
"Okey"
"Semoga berjaya hadapi ujian mendatang, kawan.
Jalan DnT, bukan jalan untuk orang yang biasa.
Ini jalan untuk orang yang luar biasa."
"DnT tu apa?"
"Dakwah dan tarbiyah"

-BudakTomato-

Senyum :3




Masih ada waktu untuk kita berubah.
Masih ada waktu untuk kita bertaubat.

Jadikan diri kita sebagai salah satu ramaja harapan agama.
Masih ada waktu untuk jadi baik.
Jangan risau,
Allah itu benar benar Maha Penerima Taubat

"Walau sehitam mana pun sejarah hidup kita,
Selagi kita masih bernyawa,kita
masih berpeluang ke syurga"



Selamat menempuhi kehidupan
Salam sayang
Najmihunwick
Tomato

Saturday, November 12, 2016

Sayang




Aku cerita pada tuhan.
Pasal kau.
Aku minta pada tuhan.
Supaya jaga kau.

***





Aku dah lama tak menangis.

Sebab aku fikir aku kena kuat.

Aku lelaki. Mana boleh nangis.

Tapi aku silap. Sebab



********


"Kalau hidup sentiasa best je nanti boring lah nanti"
- Nuwa -


********

Ya, Aku nangis lagi. 

Sebab kau.

Kau yang buat aku menangis.

Cuma aku tutup tangis aku dengan tawa.

Supaya orang lain tak salahkan kau.

Tapi bukan setiap masa aku kuat.

Ada masa aku tersungkur juga.


Sayangnya, sebab cuma aku seorang yang rasa.

Sayangnya, sebab kau tak pernah nak faham.


Kalau kau fikir aku sayang ramai orang,

Kau betul.

Tapi kalau kau fikir aku tak sayang kau,

Kau salah.


Memang aku sayang ramai orang.

Tapi sayang aku pada mereka tak sama macam sayang aku pada kau.

Sayang,

Sebab aku dah sayang kau.


Sayang juga.

Sebab semua dah tahu.

Cuma aku yang masih meraba-raba.

Mencari kebenaran.

Dengan kau yang masih mahu menutup bangkai berbau.

Semua di luar heboh berkata itu ini.

Sedangkan aku tak tahu abjad apa untuk disusun mengukir kata.

Tak tahu nak kata apa.

Tak tahu nak luah apa.


**************


Kenangan tak pernah mati.

Aku selalu membayangkan.

Kau selalu melupakan.

Dan aku rasa peritnya hati.


*************

Makin lama makin ramai kenal orang.

Makin banyak hati yang nak kena jaga.

Kadang hati sendiri terluka, sebab jaga hati orang lain.

Kadang tak tahu macam mana nak jaga lagi hati orang.

Hilanglah kau wahai kesedihan.

Hilanglah kau wahai kekesalan.

Hilanglah kau wahai kesakitan

Namun jangan kau yang hilang meningal pergi


********

Kau sedih

Tapi kau tak cerita

Kau tak luah kau tak kata

Tapi aku dapat tahu dan rasa.

Hei, pada aku kau boleh cerita

Aku sudi jadi pendengar setia.

Nak luah rasa pada aku pun, sila.

Cuma jangan diam memendam rasa.

Aku tak suka.

Kalau kau sedih sebab aku.

Maafkan aku.

Baritahu pada aku.

Beri ruang untuk aku perbaiki hal itu.

Kerna aku pun manusia

Bisa lalai bisa cuai bisa lupa malahan bisa alpa.



**************


Andai suatu hari nanti.

Aku pilih untuk menyepi.

Aku pilih untuk hilangkan diri.

Aku pilih untuk tidak peduli.

Maka kau tak perlu rayu pada aku lagi

Wednesday, September 14, 2016

Ajar

Aku dah lama tak bangun pagi dengan rasa sedih.
Rasa sedih yang nak buat aku terus baring atas katil.
Rasa tak mahu teruskan hidup atas muka bumi.
Tak nak lalui hari ini dan hari seterusnya.
Rasa sedih yang buat aku persoalkan 

"Kenapa aku?"

Ya, kadang aku pun tak yakin dengan diri sendiri.


*******************************

Dah berapa bulan aku tak update blog ini.
Bukan tak ada entri yang sudah ditulis,
Cuma tinggal tekan butang 'Publish' je.
Ada, aku ada buat.
Cuma aku tak rasa kesesuaian untuk ditontonkan kepada awam,

Biarlah aku baca dulu. 
Mungkin bila aku 'pergi' baru kalian boleh baca.

Kekangan masa sebagai seorang pelajar juga banyak membataskan aku untuk menulis.
Haha maaflah. 
Aku cuba cari masa, tapi waktu free hanya waktu malam.
Malam pulak tak mampu nak bersengkang mata lama-lama.
Kadang tu tertidur atas laptop ni, haha

Kali ni aku cuba menulis balik.
Proses belajar katanya.


*************


Aku terbaca dekat Twitter


Apa beza sekolah dengan kehidupan.

Sekolah tempat belajar dahulu baru ujian.
Kehidupan tempat ujian dahulu baru belajar.


Boleh faham?
Kalau tak faham baca balik sampai faham :)

Aku setuju dengan pernyataan tu.

Aku pun masih seorang pelajar.
Makin hari makin banyak benda yang kena belajar.
Dan makin lama makin aku rasa banyak benda yang aku tak tahu.

Kau struggle belajar, untuk dapat result bagus.
Sama macam aku juga. Cuma,

Ustaz Don cakap, 

"Jangan kejar kejayaan. Nanti kau akan buat benda yang melanggar peraturan"


Ya, ada yang meniru dalam peperiksaan.
Bila ada yang lebih pandai dari kau, kau dengki.
Kes kawan tikam kawan.
Bukan tak pernah jadi. 

Kat sini, kehidupanlah yang akan ajar kita.
Cuma kadang kita yang tak perasan.

Aku ingat lagi, masa aku darjah 4.
Ayah aku denda aku dengan adik aku, pakai berus gigi yang digantung kat leher.
Sebab tak gosok gigi.

Kesannya?
Sampai sekarang aku rajin gosok gigi.
Kadang kalau stress pun aku gosok gigi sampai berdarah gusi. hehe

Kalau boleh, ambil sikit masa dalam sehari.
Ingat apa yang kehidupan harini ajar kau sesuatu.

Ada beza orang yang pandai dalam pelajaran dengan orang yang pandai dalam kehidupan.

Ada orang, subjek Kemahiran Hidup dapat markah yang tinggi.
Tapi bila disuruh tanggam kayu, gergaji, guna gerudi, tak tahu.

Masing-masing ada kelebihan sendiri.
Mungkin apa yang kau hebat, orang lain tak hebat.
Mungkin apa orang lain hebat, kau tak hebat.

Allah tu kan Maha Adil.
Kalau semua orang tahu serba-serbi, buat apa hidup ramai-ramai atas muka bumi?
Sebab tu dalam Al-Quran ada sebut "bertanyalah pada yang tahu"

Dalam hidup, jangan pernah berhenti belajar.
Belajar tu proses sampai mati.
Jangan pernah fikir yang kau tahu semua benda.

Bila kau ada ilmu, jangan malas nak ajar pada orang.
Bila kau ajar, kau sendiri akan lebih faham ilmu tu.

Contoh.
Aku ada 1 ilmu.
Kau ada 1 ilmu.
Bila kongsi, aku ada 2 ilmu, kau pun ada 2 ilmu.

Bila aku ada 1 ilmu, kau ada 1 ilmu.
Kau kongsi, aku tak kongsi.
Cuma salah sorang je dpat 2 ilmu,

Rugi? ya rugi.
Sebab bila kau mati, ilmu tu mati sekali.
Sebab ilmu tu tak dikembangkan.

Jadi, jangan pernah putus asa.
Teruskan ajar dan belajar.
kehidupan ni cukup untuk ajar kau banyak benda.
Manfaatkanlah :)

Jadilah macam burung.

"Birds don't just fly they fall down and get up" - Try Everything, Shakira

Sunday, March 13, 2016

"Jangan lupa bersyukur, tau?"




Syukur merupakan ibadah hati.
Sepertimana ibadah jasad tidak perlu ditayangkan di khalayak ramai,
ibadah hati juga tidak perlu ditunjukkan di khalayak.
Syukur juga boleh diterjemahkan dengan perbuatan sedekah.
Tak pun berkongsi rezeki dengan orang lain.

Nak bersyukur ni ada banyak cara.

Sebab dalam rezeki kita, ada sebahagian rezeki tu untuk orang lain.
Contohnya macam masa kita tengah makan.
Ada orang mintak sikit, bagi lah. Tak payah kedekut.
Boleh jadi makanan tu dah masuk mulut, tiba-tiba kau muntah.
Maksudnya makanan yang kau makan tu bukan rezeki kau.

Paling kurang pun kau makan kat kedai mamak, warung ke gerai tepian jalanan.
Yelah korang kan berduit, mana layan makan tepi-tepi jalan ni.
Dahlah tak ber-aircond. Meja pun takde lilin, napkin semua.
Lain lah aku. Makan pun kat mamak tepi taman.

K abaikan.
Dah jauh aku menyimpang
ahahaha pedulilah blog aku kan?
Ok proceed

Kau makan kat tepi jalan, tiba-tiba ada kucing datang.
Dia gesel-gesel badan kat kau. Mintak makanan.
Bagilah sikit. Jangan kau marah kucing tu.
Kalau kau bagi dia makanan, mesti punyalah dia doakan kau.
Haha nampak simple kan? Kucing doakan kita?
Hei, kucing tu takda dosa. Doa dia takde hijab dengan tuhan.
Jangan pandang hina.

Kan ke....
Ceh...  ' kan ke '
wahhhh sejak bila aku reti guna ayat urban ni ahaha

Bukan ke bila kita bersyukur, Allah akan tambah nikmat.
Bagi yang kufur nikmat pula, Allah akan tarik nikmat.
Adil kan? haaa dah kata dah.

Bukan susah nak bersyukur, Tapi ni lah manusia.
Benda senang yang kita pandang ringan.
BENDA SENANG.

Ada orang yang belajar kat kawasan peperangan.
Masa belajar tu bunyi bom, senapang, dah macam irama wajib setiap hari.
Tapi datang sekolah. Tuntut ilmu!
Kita kita?
Ponteng!

Ada pula tu tak ada buku teks.
Cari alternatif, buat salinan. (photostate)
Tak pun masa cikgu ajar, dia buat nota.
Ada juga yang tak mampu beli buku tulis.
Pergi cari kertas buangan, tisu, kotak dan sebagainya.
Asalkan boleh melekat dakwat pen dan karbon pensel.
Sebab apa?
Sebab nak ilmu!
Kita kita?
Setahun tak sampai separuh buku pun yang berisi.

Weh,
Belajar, tuntut ilmu tu jihad tahu tak?
Kau mati masa belajar, syurga!

Ada orang pula yang takde makan minum.
Terpaksa minum kencing lembu. Buat biskut pakai lumpur.
Kaki pula takde alas. Guna botol, ikat dengan tali, jadikan selipar.
Pakai kelopak jantung. K yang ni tak pasti kebenarannya.
Kita kita?
Berlambak. Sampai obesiti.
*Yang badan agak-agak berisi mohon jangan pukul/bunuh/tikam/cincang/makan saya ya sebab caption ni emmmmmm

Kau fikir ni cerita tipu ke? Tak! Ni cerita betul.
Jadi kat Afrika.
Irama wajib tu kat Gaza.
Kutip kertas buang tu jadi kat Filipina.

Rasa-rasa ada baju yang lebih, yang kau taknak pakai. Derma.
Ada makanan lebih, kongsi. Tapi yang mintak tu pun beragaklah.
Kalau dia makan gula-gula pun kau mintak. Takkan dia nak belah dua?

Beli barang yang penting. Yang perlu.
Kalau dah ada, bercukuplah. Buat apa nak beli banyak-banyak?
Selalunya aku tengok barang berjenamalah.
Mentang-mentang dia kaya, beli baju branded banyak-banyak.
Tunjuk pada kawan-kawan.

Ya, memang tu hak dia.
Tapi hak untuk jiran? Hak untuk kawan? Hak untuk saudara seagama?
Dah settle? Taknak bagi kawan terus, bagi dia pinjam. Cukuplah untuk merasa.
Sebab kadang kita tak sedar apa yang kawan kita fikir.
Depan nampak okay je. Dalam hati?
Meraung nak rasa pakai baju, jam tangan, kasut berjenama.

Orang pandang remeh benda ni.
Sebab dia tak perasan.
Belanja berlebihan, membazir amalan syaitan.

Tambah pula bila pakai, orang puji.
Mulalah timbul perasaan riya dalam diri.
Hei, tak masuk syurga orang yang ada sebesar biji sawi pun perasaan takabbur dalam diri.

Takpayah lah sibuk nak ada life macam orang lain.
Dia pakai iPhone, kau pun nak pakai.
Dia selalu pergi oversea, kau pun sibuk nak pergi.

Tengok kemampuan diri dulu. Jangan susuhkan hidup mak ayah.

Biasakanlah diri dengan dua benda ni.
Satu, bila dapat nikmat, bersyukur
Dua, bila diuji, bersabar.
Dan sabar dalam bersabar.



************

Mohon buka lagu Syukur nyanyian Raihan dan dalami liriknya.

************





"Weh, aku ada benda nak share."
"Padia?"
"Aku nak kau ingat pesan aku ni sampai bila-bila."
"Haaa cakaplah dulu."
"Jangan lupa bersyukur, tau?"
" *speechless* "
"Weh kau dengar tak?"
"Err ya ya aku dengar."
"Ingat tau."
"Insya-Allah."


***************************


Dan ada satu benda yang aku nak bagitahu.
Buat masa ni aku akan pergi jauh.
Jauh yang sangat jauh.
Yang aku tak tahu jauh mana.
Maaf kalau ada chat yang tak berbalas.
Ada email yang tak dilihat.
Call yang tak berjawab
Tapi jangan risau.
Aku selamat.
Tak perlu cari aku.
Sebab aku akan pulang.
Bila diizinkan tuhan.
Salam alay'ik.


Friday, January 22, 2016

Pilihan

"I don't want to go."
"You need to go."
"No without you."
"Go back to your home."
"But i love Aussie."
"Its not enough."
"I love you."
" *quite* "


****************


"Kenapa kau pindah kelas?"
"Hah?"
"Aku baru mengharap nak sekelas dengan kau. Aku pun pernah kata yang kita akan sekelas. Tapi sekelas untuk dua hari je. Kau benci aku ke?"
"Ish, mana ada."
"Habis tu?"
"Dalam hidup ni kan kita kena buat pilihan. Kadang tu aku nak ke kiri kau nak ke kanan. Aku nak makan, kau nak puasa. Aku nak kat kau, kau pun nak kat aku. Eh?"

Ketawa

"Ok punchline."
"Kadang tu pilihan kita tak sama. Tapi matlamat kita sama. Nak cari keredaan Allah."
"Hmmmmm."
"Kenapa nak sekelas dengan aku?"
"Sebab kau bagi aku inspirasi."
"Inspirasi?"
"Haah. AKu pun tak tahu kenapa tapi bila aku pandang kau aku rasa kuat."
"Kalau aku mati?"

Diam...

"Bukan kalau kau mati. Kita semua akan mati."

Aku tersentak



********************


Perbanyakkan mengingati mati.

Mengingati mati tu Sunnah
Mengingati mati itu wajib
Mengingati mati itu, sifat mereka yang Soleh


********************

Ada masa nak buat keputusan tu sangat sukar ( kot )

Contoh,
"Weh, jom solat asar dulu. Lepastu baru main bola. Nak?"

Dan ramai yang pilih untuk main bola ( atau yang sewaktu dengannya ) berbanding solat asar misalnya.
Ramai yang pilih dunia berbanding tuhan.
Sedangkan ramai tahu kalau kejar akhirat dunia akan ikut kita berbanding sebaliknya.
Ramai yang ingat keluarga kita akan selalu ada dengan kita.
Sebab tu kita tak hargai. Sedangkan mereka juga adalah manusia.
Manusia akan mati. Ya akan mati.
Aku pun akan 'pergi' juga suatu hari nanti.

Ramai juga yang minta aku publish entry yang banyak aku save as draft. haha Tak kurang ada juga yang minta aku send entry tu kat dia. Sebab dia nak tolong publishkan kat blog dia.

emmmmm... Tapi nantilah.
Kebanyakkan entry yang aku tulis tu aku baca sendiri.
Aku cuba buat macam apa yang aku tulis.
Tak ke namanya tunjukkan contoh dulu baru berdakwah?
Yelah takkan nak sembang kencang tapi amalan kecundang kan?

Biarlah aku 'pergi' dulu baru aku beri.... Okehh? Ke ada yang nak bantah?
Haha

Ada masa kita akan menghadapi situasi lose-lose dalam membuat pilihan.
Tapi...haaaaaa ada tapi..
Tak semua 'lose' itu tak bagus.

Jangan pandang keburukan sahaja dalam keburukan. 

Mesti ada terselit sedikit kebaikan.
Tu semua bergantung pada kita laaa...
Sebab biasanya kesalahan kecil tu yang kita besarkan.
Kalau salah besar, lagi laaaa jadi Mega, Giga dan Tera gamaknya

Minta petunjuk tuhan. Sebab petunjuk tuhan tak pernah salah.
Allah tak akan menzalimi hamba-Nya. Ingat tu.
Kita semua menjalani kehidupan sehari hari.
Dalam menjalani kehidupan mesti kita ada pilihan.

Bukankah kita yang mencorakkan sendiri masa depan kita?
Bukankah Allah kata yang Dia tak akan merubah nasib sesuatu kaum melainkan dengan usaha mereka sendiri?

Pada kita mungkin 'something' tu terbaik buat kita. Tapi siapa yang tahu perancangan tuhan?

Jangan terburu-buru buat keputusan.
Jangan buat keputusan mengikut emosi.
Fikir sedalam-dalamnya.
Tanya hati yang paling dalam.
Tanya Allah tuhan semesta alam.

Kita hidup diberikan banyak pilihan.
Hatta sebelum ditiupkan roh ke dalam diri kita pun kita telah diberi pilihan.
Pilihan untuk hidup dan menjadi khalifah atau tidak.

Sebab dunia disajikan dengan pelbagai pilihan.
Pilihlah dengan bijak. Sebab akhir nanti kat akhirat kita sudah tak boleh memilih.
Kecuali segelintir sahaja yang taat perintah Allah akan diberi peluang untuk masuk syurga mana yang dia mahu.
Oleh itu buat lah pilihan
Allah tak letak had yang kita boleh capai. Asalkan halal dan syarie.

Pilihan nak buat baik?
Pilihan nak buat jahat?
Pilihan nak makan?
Pilihan nak main bola?
Pilihan nak aku atau dia? eh eh

Buat pilihan yang terbaik. Jadi lebih baik dari semalam.
Kalau bertembung dengan kesulitan, hadapilah dengan tenang.
Allah uji sebab nak kita jadi kuat.
Di sebalik kesulitan ada kesenangan.

Banyak kali jatuh tanda kita kuat.
Sebab banyak kali jatuh bermakna banyak kali kita bangun
Tu bak kata Mato .

Kenapa masa kita dah besar ni kita kenal ' give up '
Kenapa masa kita kecil-kecil kita boleh hadapi masalah.
Bukan ke kita yang dulu lebih muda.
Kurang makan garam katanya.

Jadi apa alasan kau nak putus asa?
Hei, Allah tak akan uji melebihi kemampuan kita.
Belum pernah lagi orang kena uji tiba-tiba meletup.
Tak pun pufffff. Keluar asap putih. Terus hilang.
Pehh ajaib sungguh...

Apa-apa pun, aku cuma nak pesan.
Buatlah apa-apa kerja sekalipun, tapi jangan lupa untuk ikhlas.
Buat sesuatu sebab nak orang puji, memanglah penat.

Hati jangan dibiarkan kontang.
Jiwa jangan diisi dengan kekosongan.
Tunaikan hak hati.
Isi dengan zikir. Selawat. Ibadat kepada Allah.

Kadang tu kita rasa kosong. Kita isi dunia lepastu terasa makin kosong.
Sebab apa? Sebab itu bukan tempatnya.
Rasa nak buat sesuatu, baca InsyaAllah.
Tak rugi pun sebut. Lagi banyak kelebihan tu adalah.
Hatta nabi SAW pun pernah ditegur sebab lupa sebut InsyaAllah.
Kita?



Masa ialah suasana dan hari apabila kita diperintahkan oleh Allah
untuk mentadbirnya dengan iman, amal soleh dan kebaikan lainnya. 
Gunakan masa sebelum ia meinggalkan kamu. 
- Imam al-Bukhari-


Maaf kalau entri kali ni tak banyak pengisisan.
Insya-Allah kalau diizinkan aku akan menulis lagi.

Di sebalik kekangan masa sebagai hamba marhen yang masih berjuang menuntut ilmu, aku juga sedang dihimpit persoalan.

Sama ada tinggal.

Atau pergi.

Aku sendiri tak tahu.


"Sayang, jika kau sedia.
Jangan buang masa.
Fikir masak-masak.
Ku gembira untuk kamu."

"Pergilah selagi mereka setuju.
Dan yang lain serahkan padaku."


Buatlah apa-apa kerja sekalipun, tapi jangan lupa untuk ikhlas.

Jangan pandang keburukan sahaja dalam keburukan.

Sunday, April 19, 2015

Ujian kehidupan perkara biasa




"Hidup kita ni macam di atas kapal"
"Maksud kau?"
"Kapal, erm siapa yg mengemudi? "
"Nakhoda"
"Nakhoda itu adalah kita"
"Lagi."
"Kapal itu adalah perlakuan kita, kita kena kemudi kapal dengan betul"
"Kalau salah kemudi?"
"Hanyut. Kita akan hanyut.. Lebih parah, karam terus.


Ujian.....
Banyak 
Kenapa adanya ujian ?
Allah tak sayang kita ke?
Allah zalim kepada kita ke ?


"Bro, pernah doa nak jadi kuat tak ?
Pernah diuji ?Kalau pernah maknanya 
Allah dah makbulkan doa kau....."


Biasalah manusia....
Diuji sedikit, mengalah....
Dihina sikit, putus asa
Ditegur, tak puas hati


"Patutkah manusia menyangka yg mereka akn dibiarkan dgn
 hanya berkata " Kami beriman ",
 sedangkan mereka tidak diuji ( dgn sesuatu cubaan )
 29:2 

Belajar redha....
Apa itu redha ?

Redha tu bila kau berhenti tanya tuhan "Kenapa "

Kecik2 dulu pun aku pernah rasa...
Kenapa hidup menyakitkan...Kenapa cuma aku?
Dan aku fikir balik, ada jawapan untuk persoalan 'kenapa cuma aku?'

"Sebab aku luar biasa"


********


"Bro, aku kena jadi ketua kelas"
"Wah, baguslah. Aku tumpang bangga dengan akhi NajmiHunwick ni"

Aku diam.....

"Tak, aku.... aku..."
"Apa dia?"

Aku diam lagi...

"Aku takut tak dapat jalankan amanah." ujarku jujur
"Siapa yang pilih kau jadi ketua?"
"Cikgu"
"Haa, cikgu percaya kat kau, kau tak percaya kat diri kau?"
"Tak, bukan macam tu..."

Tiba2 bahuku dielus perlahan.

"Najmi, aku tahu kau tak suka di pimpin dan memimpin....Tapi cuba kau qowiy. Aku tahu kau boleh..."
"Aku takut riak"
"Hei, dengar ni. Jadi ketua bukannya satu kemuliaan. Tapi satu amanah. Suka tak suka kau kena! "

Agak agak boleh terima tak cara aku?
Kalau semua orang buat cara sama, biarlah aku lain sikit...
Baru rare....

Hidup kita ni macam kapal yang sedang belayar...
Dan kita adalah nakhodanya....

Pernah dengar nasyid Zulfan yang bertajuk Bahtera Hamba ?
Kalau tak saya sarankan anda search di Youtube dan hayati liriknya....

Aku hadam,telan semua nasihat...
Terima kasih atas ingatan...
Terutamanya dari adik tu...
Petah berkata-kata...

Tapi kalau tak ada bahasa kesat and kasar, mungkinlah lagi sedap didengar, ditelan...

Pesanan buat diri khususnya...
Menasihati masa marah juga kurang bagus...


"Bro, aku nak bagitau ni."
"Cakaplah."
"Tulang pinggul aku retak."

Tersentak... Dia pandang aku..

"Retak? How can it be?"
"I don't have any idea."
"So kau tak boleh bersukan lah tahun ni? "
"Nampak gaya macam tu lah."


******

Ada masa, jatuh juga satu sumber kekuatan.
Percaya?
ok mcm ni, kalau kita tak pernah jatuh, kita tahu tak mana titik kelemahan kita?
Kalau kita sentiasa di atas, kita dpt rasa tak berada di bawah?
Bila kita gagal, baru kita dpt rasa manisnya nikmat kejayaan...
Sebab tu jatuh juga sumber kekuatan

Aku amik dari pengalaman aku sendirilah....
Main hoki, asyik kena marah, maki, salah sikit kena hina...

"Woi kau buat rumah batu ke kat atas tu ?!?!"

Sampai aku dapat teguran yg agak kasar...
Felamaks, luluh hati aku dengar perkataan tu....
Tapi sejujurnya aku suka. Sangat suka....
Bila aku ulang balik ayat tu aku terharu, gembira, Kagum, terkejut, sedih dan macam2 pencampuran perasaan...

Jadi aku cuba recover balik diri aku....
Mana silap aku? Apa salah aku? Di mana kelemahan aku?
Dan aku perbaiki kelemahan itu, ejekan aku jadikan pendorong....
Hasilnya, aku berjaya menjaringkan 6 gol pada tahun 2014....
*bukan nak puji diri sendiri hebat, tapi cuba cari sudut positif okeh?

Kawan,
Kekuatan sebenar kita bila kita tak rasa bangun qiamullail tu satu bebanan.
Bila kerja dakwah yg susah itu masih dirasa satu nikmat.
Sebab bukan semua orang dpt rasa nikmatnya dakwah tarbiyah.
Jadi, sebagai yg terpilih,
kenapa sikit sangat bersyukur

-mato-


Jika kita memikirkan di sebalik kesusahan pasti akan ada kesenangan , kenikmatan atau keriangan, maka sisi tersebut boleh menyebabkan kita semakin hampir dengan-Nya.

Ganjaran bagi orang yang bertaubat dari lumpur dosa itu hanyalah syurga...

Banyak mana pun dosa kita pernah buat Allah sedia untuk ampunkan.
Tapi syaratnya satulah...
Minta pengampunan tu pada Dia. Allah tu ghaffur.... Maha pengampun....
Dosa besar bumi pun, keampunan Allah lebih luas

Tergelincir ke gelombang maksiat bukan alasan untuk terus duduk...
Keluar dari maksiat tu. bersihkan diri...
Ingat, keampunan Allah itukan jauh lebih luas...
Yakinlah, Allah tak pernah mungkir janji.

Kalau sibuk dengan study, kerja rumah, sukan sekalipun, solat jangan tinggal...
Baca Quran paling kurang sehari satu muka surat. Boleh? (pesanan buat diri sendiri khususnya)
Jatuh banyak kali pun bukan alasan tak boleh bangun semula.
Okey? Senyum =)


"Aku bukan malaikat. Aku bukan nabi. Aku ada dosa. Jangan puja aku, aku tak layak dipuja. Jangan agungkan aku, kelak kau kecewa."

Labels

Perasaanku (19) Sayang (14) Ujian (13) Semangat (7) Ukhuwah (5) Cerpen (1) Suka (1) Yasmin J Hunwick (1)